Kamis, 30 Agustus 2012
di
03.36
|
|
|
Sabtu, 25 Juni 2011 - 19:30:27 WIB |
Penulis : Elisabeth Rosali Rompis |
|
Dibaca:
1063 kali |
|
|
|
GENERASIINDONESIA-Bagi para pecinta grup musik legendary Indonesia,
Slank, mendengar lagu-lagu Slank dikemas dalam versi dangdut, pop,
reggae, dan pastinya rock mungkin sudah menjadi suatu hal yang tidak
asing lagi. Namun bagaimana halnya jika lagu-lagu hits slank digubah
dalam nuansa disco trance yang identik dengan ‘party’ alias dugem?
Ide membuat album remix Slank dalam versi disco berawal dari insipirasi
yang didapat oleh sang Co’producer, Amir ‘Independec3’, yang melihat
bahwa lagu-lagu Slank banyak menjadi ‘request’ kepada para home band
yang sering tampil di tempat-tempat hiburan malam. Kemudian Ia pun
mulai membuat suatu konsep dimana lagu-lagu Slank juga dapat merambah
area ‘anak dugem’, hingga terpikir ide untuk memulai suatu proyek
kolaborasi antara Slank dan para DJ profesional yang biasa bergelut di
berbagai tempat clubbing ternama di Jakarta dan sekitarnya.
“Saya lihat ternyata lagu-lagu Slank juga banyak diminati di dunia
Clubbing dengan banyaknya request dari para pengunjung tempat-tempat
hiburan malam itu. Jadi tidak ada salahnya untuk mencoba memasuki area
dunia malam,” ujar Amir.
Album yang diluncurkan secara resmi di Pitstop Bar and Lounge, Sari Pan
Pasific Hotel, ini bertajuk SLANK PARTY - NONSTOP DISCO DEEJAY REMIX
yang berisi 13 lagu yang remix oleh 9 Disc Jockey yang tergabung dalam
Independence 3 yakni DJ Lotuz Dizco Mafia, DJ Imam Hood, DJ Rudhy'z DJ
R, DJ August, DJ Abow Djail, DJ A Soon, DJ Telly Avaro, DJ Angga, dan DJ
D Jackerss.
Adapun 13 lagu Slank yang dipilih untuk digubah dalam album ini adalah
Virus, Orkes Sakit Hati, Bang Bang Tut, Jurus Tandur, Pulau Biru,
Balikin, Seperti Koruptor, HAM Burger, Terlalu Manis, Kalau Aku Jadi
Presiden, Ku Tak Bisa, Slank Dance, dan Kamu Harus Pulang.
Ternyata rencana untuk mengeluarkan album versi remix untuk lagu-lagu
hits Slank ini memang sudah ada sejak lama meski pun baru bisa
diwujudkan tahun ini. Hal ini diunkapkan oleh salah satu DJ
pendukungnya, DJ Lotus. Ia mengatakan, “Idenya sudah ada dari dua tahun
lalu, cuma baru kesampaian bulan Februari tahun ini. Efektifnya sih
nge-remix lagu ini, satu bulan masing-masing DJ.”
Amir sang co-produser pun menambahjan bahwa meski pun para DJ yang
me-remix lagu-lagu itu sebagian besar datang dari wilayah Utara Jakarta,
hasil remix mereka bisa diterima di klub di Selatan. Untuk
mempromosikan album ini, Slank sudah manggung di klub di daerah kota
setidaknya lima kali. Ada alasan unik tentang mengapa para DJ yang
terlibat di album ini sebagian besar dari Utara.
“Jadi waktu Gue mau masuk ke klub di selatan dengan pakai sandal doang,
gue ditolak,” kata Kaka sambil tertawa ketika ditanyai perihal itu.
Album Slank Party Nonstop Disco DJ Remix ini pun tak hanya dikeluarkan
dalam versi kaset dan CD, tetapi juga dalam versi DVD yang pada setiap
kemasannya diberikan bonus hio aromatherapy. Di kemasan CD tertulis:
Tutup jendela, matikan lampu, putar volume paling keras, nyalakan hio,
rasakan apa yang terjadi.
“Inginnya, tidak cuma ada pengalaman audio dan visual, tapi juga ke
penciuman, supaya bisa nikmati musiknya dengan lebih lengkap,” ujar
Bimbim.
|
Kamis, 23 Juni 2011 10:55 |
Kapanlagi.com - Sukses dengan 17 album studio baik yang berbahasa Indonesia maupun Inggris tidak membuat Slank puas berkiprah di industri musik tanah air. Kali ini, menambah satu lagi koleksi mereka, karya Kaka dkk dirangkum dalam album bertajuk SLANK PARTY - NONSTOP DISCO DEEJAY REMIX yang berisi 13 lagu yang remix oleh 9 Disc Jockey yang tergabung dalam Independence 3 yakni DJ Lotuz Dizco Mafia, DJ Imam Hood, DJ Rudhy'z DJ R, DJ August, DJ Abow Djail, DJ A Soon, DJ Telly Avaro, DJ Angga, dan DJ D Jackerss.Ditemui
peluncuran album di Pitstop Hotel Saripan Pasific, Jakarta Pusat, Rabu
(22/6), Amir selaku produser menjelaskan bahwa ide pembuatan album Slank
versi house musik ini berawal dari pengalamannya yang sering ke dunia
malam 3 tahun lalu. "Waktu itu ada beberapa tamu request untuk lagunya Slank. Ternyata Slank banyak fansnya juga di tempat dugem," ujarnya.
Sementara itu, soal promosi album sendiri pihaknya tidak ada kendala yang berarti. Apalagi Slank
sendiri memang berkeinginan untuk memiliki album seperti ini. "Kita
hanya mem-produce dan so far nggak ada masalah. Kita juga sempat ngobrol
dengan para DJ untuk hal ini dan mereka nggak ada masalah," ungkap Deni
di bagian promosi.
Dalam album ini, ke-13 lagu Slank yang terpilih adalah Virus, Orkes Sakit Hati, Bang Bang Tut, Jurus Tandur, Pulau Biru, Balikin, Seperti Koruptor, HAM Burger, Terlalu Manis, Kalau Aku Jadi Presiden, Ku Tak Bisa, Slank Dance, dan Kamu Harus Pulang. Pemilihan ini pun tidak dilakukan sendiri oleh produser maupun Slank, melainkan secara bersama-sama.
"Brain
storming bareng, tapi tetep kita ajuin bareng. Lagu-lagu yang di-remix
itu lagu yang nggak kebayang dibikin house musik, seperti Virus yang slow tempo, Pulau Biru itu kan rock banget, tapi DJ ini pengalaman banget dirombak. Gue pernah denger lagu Kamu Harus Pulang di-remix, tapi nggak enak banget kalau lagunya itu Kamu Harus Pulang hehehe...," kata Kaka.
Lalu,
bagaimana caranya ke-9 DJ tersebut memilih lagu mereka? "Kita diberikan
lagu oleh Amir dan kita bebas disuruh milih. Kebetulan saya dapat 3
lagu, itu tergantung DJ-nya," jawab DJ Lotuz, "Ya pada prinsipnya saya coba lagu Virus
itu dinikmati dengan tempo yang berbeda, enak nggak lagu ini diginiin,
kalau nggak nggak enak kita rombak lagi. Ide ini sudah dari 2 tahun lalu
dan Februari 2011 kita baru dapat bahan dan pengerjaan itu 1 bulan."
|
|